Karya: Angga Aprinasta P.
.
Semenjak bubuk yang menjadi aroma bercinta kita,
di antara segelas kopi
Rasa gelisah, kecewa bercampur deru dalam berdua
antara kau dan aku
Lepaskan sejenak pikiran yang melanda, lebih baik bercerita
di secangkir kopi
Secangkir kopi, mengulas sedikit
Basa-basi dahaga
Menjadi penenang dalam kata- kata yang tidak
berkepanjangan
Orang- orang dahulu, sehabis kecap keringat bersinggah,
di gubuk tua bernama warung kopi
Biji-biji yang terinjak oleh manusia, seakan
nyawa dunia yang berharga hilang
bersama suka, duka loakan biji yang berserat- serat dalam
organ kehidupan manusia
Senja- malam berganti, kini terdengar keramaian
orang di secangkir kopi
.
Yogyakarta, 26 Mei 2014 (Lembayung)
Profil Komunitas













