Oleh: Gustiyanti, Bambang Sutrisno, Setiowati, Nora Faranes, Deisy A., Arditama Halik, Eki Piroza dan Nur Kholifah – Asosiasi Guru Penulis PGRI Kab. Belitung Timur
Editor: Ares Faujian & Syahrial
Apa jadinya jika seorang guru sederhana dari pelosok Belitung mampu menyalakan mimpi anak-anak yang kelak mengubah dunia? Inilah kisah Ibu Muslimah, sosok yang mengajarkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menyerah pada masa depan.
Di tengah sekolah yang serba terbatas, Ibu Muslimah hadir bukan sekadar untuk mengajar. Ia hadir untuk percaya kepada murid-muridnya. Dengan ketulusan, kesabaran, dan keberanian, ia menanamkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi seseorang yang luar biasa.
Dan salah satu bukti paling kuat ada pada muridnya, Andrea Hirata. Sosok yang kemudian dikenal luas sebagai penulis Laskar Pelangi, novel yang mengangkat kisah masa kecilnya bersama guru yang sangat ia hormati. Ibu Muslimah bukan hanya menjadi guru dalam hidup Andrea, tetapi juga menjadi inspirasi yang mengabadikan sosoknya dalam karya yang menyentuh jutaan pembaca di Indonesia dan dunia.
Namun, apakah Anda benar-benar mengenal perempuan di balik sosok “Bu Mus”?
Buku An Inspiring Story of Ibu Muslimah: Guru Inspiratif, Sang Pelukis Mimpi mengajak kita melihat lebih dekat perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan, dan dedikasi seorang guru yang memilih mengabdi ketika banyak orang mungkin memilih menyerah. Buku ini bukan sekadar biografi. Ia adalah cermin bagi siapa pun yang percaya bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan.
Jika Anda seorang guru, orang tua, pendidik, mahasiswa, atau siapa saja yang masih percaya pada kekuatan sebuah mimpi, jangan lewatkan kisah ini! Karena mungkin, setelah membacanya, Anda akan bertanya kepada diri sendiri:
“Sudahkah saya menjadi seseorang yang menyalakan mimpi orang lain?”
Miliki bukunya. Baca kisahnya. Rasakan inspirasinya. Dan wariskan semangatnya.

Profil Komunitas














Membaca kisah Bu Muslimah, kita diingatkan bahwa guru hebat bukan sekadar mengajar, tetapi mampu membuat murid berani bermimpi lebih jauh dari keterbatasannya.